Landmark Kudus Tentang Tiga Unsur

Landmark Kudus Tentang Tiga Unsur

Landmark Kudus Tentang Tiga Unsur

Kudus terkenal dengan kota kretek, namun tidak hanya hasil kretek saja yang dibanggakan kabupaten terkecil di Propinsi Jawa Tengah ini memiliki patung, monumen dan landmark kokoh pun berdiri tegak menghiasi kota ini yang menjadikan Kota ini sebagai hasil karya seni paling tinggi dalam budaya manusia.

Arti Landmark menurut  Prof. Hermawan Kartajaya (seorang begawan marketing) yang mengartikan ‘landmark’ sebagai sebuah simbol visual yg mengindentifikasikan suatu kota berdasarkan bentuk visual tertentu yang kuat karena memiliki suatu yang khas dan tidak dimiliki daerah lain serta berada pada tempat strategis sebuah kota, dimana arah atau aktivitas saling bertemu. Frasa ‘simbol penanda kota’ atau ‘ciri khas penanda suatu daerah’ sepertinya belum dapat mewakili kata ‘landmark’ secara efektif, karena masih terlalu panjang. Apa boleh buat, untuk kali ini kata ‘landmark’ eksistensinya belum tergoyahkan, hingga ada saat di mana nanti para pakar bahasa Indonesia dapat menemukan padanan kata ‘landmark’ ini dengan baik dan benar.

BACA JUGA :   Air Terjun Watu Gompeng Kuwukan Kudus

Jika Kita Berada di Jalan Simpang Tujuh Kudus atau lebih familiar disebut Alun – Alun Kudus, mungkin kita sering bertanya-tanya monumen yang menyerupai tulisan COU itu maksudnya dan artinya. Berikut arti Landmark yang ada tepat di utara Alun Alun Kudus

Landmark Kudus Tiga Unsur tersebut adalah Persembahan PT. Djarum untuk Kota Kudus

BACA JUGA :   Gerbang Kota Kudus termegah seAsia tenggara

TIGA UNSUR

Tiga unsur terdiri dari tiga buah lingkaran stailess steel dan kuningan, berisi bentuk bunga cengkeh, bulatan tembakau untuk makan sirih dari tembaga dan tiga Silinder kaca.

Tiga unsur terdiri dari tiga buah lingkaran stailess steel dan kuningan, berisi bentuk bunga cengkeh, bulatan tembakau untuk makan sirih dari tembaga dan tiga Silinder kaca.
Tiga unsur terdiri dari tiga buah lingkaran stailess steel dan kuningan, berisi bentuk bunga cengkeh, bulatan tembakau untuk makan sirih dari tembaga dan tiga Silinder kaca.

Menyimbolkan unsur dari kretek :
Stenless steel representasi kekinian
Suningan dan tembaga simbol tradisi
Kaca simbol air atau saos

Landmark tersebut hasil karya Hedi Hariyanto

BACA JUGA :   Hutan Kota Tanggul Angin - Air Mancur Bergoyang Destinasi Wisata Baru Di Kab. Kudus

 

Share This Post

Post Comment