Asal Usul Desa Jepang dan Masjid Wali Al Makmur

by
Gapura Paduraksa Masjid Wali Al Makmur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Jika mendengar kosakata Jepang, maka yang terlintas di dalam benak anda adalah Negeri Sakura. Namun, kali ini kami tidak menyibak-nyibak mengenai negara produsen anime dan manga tersebut. Jepang yang kami maksudkan merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Jika anda berpikir bahwa nama Desa Jepang berasal dari sebuah nama negara berjuluk Matahari Terbit tersebut, maka jawabannya salah. Menurut keterangan tokoh masyarakat Desa Jepang, Muhammad Ridwan (65), nama Desa Jepang berasal dari nama Adipati Jipang atau yang memiliki nama asli Aryo Penangsang.

“Dahulu desa tersebut, awalnya sering digunakan sebagai tempat persinggahan oleh murid Sunan Kudus yang bernama Aryo Penangsang atau Adipati Jipang,” tuturnya, Kamis (25-01-2018).

Dahulu Desa Jepang adalah sebuah rawa yang besar, lanjut Ridwan, di rawa itu Aryo Penangsang sering menambatkan perahunya, setelah menempuh perjalanan dari Kadipaten Jipang (sekarang wilayah Kabupaten Blora -red) untuk menuju Pondok Pesantren Sunan Kudus untuk menimba ilmu agama,” kata Nadzir Masjid Wali Al Makmur ini.

Sunan Kudus yang mengetahui kebiasaan dari muridnya tersebut, membuat Sunan Kudus iba dan kemudian mendirikan sebuah Masjid di lokasi itu, sebagai tempat ibadah dan istirahat sang murid.

“Proses pembangunan Masjid yang dilakukan Sunan Kudus, akhirnya dilanjutkan oleh Aryo Penagsang,” sebutnya.

Selanjutnya, Masjid yang dikerjakan guru dan murid itu diberi nama Masjid Wali karena memiliki Soko Papat (Tiang penyangga masjid yang terbuat dari potongan kayu –red) seperti masjid-masjid yang dibangun oleh para wali. Selain itu, masjid Wali Al Makmur ini memiliki gapura seperti Masjid Menara Kudus.

“Berdasarkan prasasti yang ada, pemberian imbuhan nama Al Makmur oleh seorang Ulama dari Desa Karangmalang, yang benama Sayyid Dloro Ali pada tahun 1917 masehi. Kata beliau, jika ada orang yang bersedekah di Masjid ini, maka ia akan mendapatkan berkah dunia akhirat,” pungkasnya.

Anehnya, tidak banyak warga setempat yang mengetahui asal muasal nama desa tersebut dan sejarah berdirinya Masjid. Misalnya saja Inayyah (23), ia mengatakan tidak tahu dan berdalih pendatang di Desa Jepang.

Sementara, Sulikah (28) yang juga warga setempat mengatakan, “Kalau Masjid Wali dahulu adalah Masjid yang dibangun oleh wali, kalau asal-usul Desa Jepang saya kurang tahu.” (NNC/AM)

Gapura Paduraksa Masjid Wali Al Makmur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)